Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. Lukas 19:10
Pernahkah kita merenungkan sedalam apa kasih Tuhan yang telah mengambil kita dari kegelapan? Kasih-Nya bukan sekadar perasaan hangat yang samar, melainkan api yang menghanguskan segala kesombongan dan ketakutan kita. Ketika kita menyadari bahwa Dia, Tuhan, rela hadir di bumi dan berkorban demi mencari kita yang tersesat, hati kita seharusnya tidak lagi memiliki ruang untuk hal lain selain rasa syukur yang meluap. Sangat penting bagi setiap kita untuk menyadari bahwa keberadaan kita saat ini adalah bukti nyata dari kasih dan anugerah-Nya yang tak terukur dan biarkan kasih itu membakar hati kita pagi ini.
Sukacita yang lahir dari kasih dan anugerah-Nya ini tidak dirancang untuk berhenti di hati kita sendiri. Ucapan syukur yang sejati akan selalu meluap dan mencari jalannya keluar. Kita tidak bisa berkata bahwa kita mencintai Tuhan yang tidak kelihatan jika kita abai terhadap jiwa-jiwa di sekeliling kita yang masih terhilang. Sama seperti lilin yang menyala tidak bisa menyembunyikan cahayanya, demikianlah hati yang telah dijamah oleh Tuhan tidak akan bisa berdiam diri. Sukacita karena kita telah merasakan kasih-Nya adalah bahan bakar utama kita untuk mulai peduli pada orang lain.
Misi kasih ini dimulai tidak usah dari tempat yang jauh, melainkan dari orang-orang terdekat di hidup kita (keluarga, sahabat, rekan kerja). Seringkali, jiwa yang "terhilang" ada di dekat kita, menunggu sapaan kasih yang tulus. Tuhan memanggil kita untuk membagikan pengalaman kasih yang telah kita rasakan itu kepada mereka. Bukan dengan penghakiman, melainkan dengan kehangatan yang sama seperti yang telah Tuhan berikan kepada kita.
Mari kita bulatkan tekad untuk menjadi alat di tangan-Nya. Tuhan tidak mencari orang yang sempurna, melainkan hati yang bersedia "pecah" bagi sesamanya. Untuk itu, izinkanlah Roh Kudus memakai hidup kita, perkataan kita, senyum kita, dan tindakan kita—untuk menjadi jembatan bagi mereka yang belum mengenal-Nya. Siapkan hati untuk peka mendengar suara-Nya yang berbisik, menuntun kita kepada jiwa-jiwa yang rindu untuk ditemukan. Jadilah perpanjangan tangan Tuhan, karena melalui kitalah, dunia melihat wajah kasih-Nya.
Monday, April 13, 2026
Api Kasih yang Menjangkau
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment